Resilien di Tengah Karhutla, Sektor Jasa Keuangan Kalteng Tetap Stabil dan Tumbuh

Resilien di Tengah Karhutla, Sektor Jasa Keuangan Kalteng Tetap Stabil dan Tumbuh
oplus_2

PALANGKA RAYA, UpdateKalteng.com —Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah (OJK Kalteng) mencatat stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di wilayah Kalimantan Tengah tetap terjaga dengan baik hingga Agustus 2026. Resiliensi ini mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, serta tantangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa ketahanan sektor jasa keuangan tecermin dari fungsi intermediasi yang sehat, meningkatnya kualitas pembiayaan, serta layanan keuangan yang terus mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

​”OJK Kalteng berkomitmen menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan memastikan fungsi intermediasi tetap optimal, didukung penguatan perlindungan konsumen serta literasi dan inklusi keuangan,” ujar Primandanu dalam kegiatan Media Update SJK Triwulan III 2026 di Palangka Raya, Selasa (6/10/2026).

​Kinerja Perbankan Agustus 2026 (YoY)

​1. Bank Umum

▪️​Aset: Naik 9,75%
(Rp95,92 triliun – Rp105,27 triliun})

▪️​Dana Pihak Ketiga (DPK): Naik 4,08% (Rp52,38 triliun – Rp54,52 triliun)

▪️​Kredit/Pembiayaan: Naik 6,94%
(Rp51,92 triliun – Rp55,52 triliun})

▪️​Kualitas Kredit (NPL/NPF):
Membaik/turun dari 2,34% menjadi 2,29%

​Penyaluran Kredit:

​Berdasarkan Penggunaan: Kredit Konsumtif (40,06%), Kredit Modal Kerja (34,76%), dan Kredit Investasi (25,18%).

​Sektor Ekonomi Terbesar: Rumah Tangga (39,44%) serta Pertanian, Kehutanan, & Perikanan (29,93%).

Baca  Busy lifestyle for accomplishing dreams

​Berdasarkan Skala Usaha: Didominasi Non-UMKM (66,48%), disusul Mikro (16,93%), Kecil (10,69%), dan Menengah (5,90%).

​2. BPR & BPRS

▪️​Aset: Naik 11,86%
(Rp1,93 triliun  Rp2,16 triliun})

▪️​DPK: Naik pesat 31,18%
(Rp0,76 triliun – Rp1,00 triliun)

▪️​Kredit/Pembiayaan: Naik 12,47%
(Rp1,27 triliun – Rp1,43 triliun)

▪️​Kualitas Kredit (NPL/NPF):
Membaik/turun dari 5,65% menjadi 5,18% berkat penyaluran kredit yang lebih selektif dan langkah restrukturisasi bagi debitur terdampak.

​Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal

​Hingga 31 Agustus 2026, Satgas PASTI Kalteng menerima 337 pengaduan yang didominasi oleh:

▪️​Pinjaman Online Ilegal: 308 aduan

▪️​Investasi Ilegal: 25 aduan (Modus terbanyak: money games, periklanan sistem deposit, kripto, forex, dan investasi pertanian/perkebunan)

▪️​Gadai Ilegal: 4 aduan

​Secara demografi, pelapor didominasi oleh perempuan (61%) dibandingkan laki-laki (39%). Sementara itu, sistem Indonesia Anti Scam Centre (IASC) mencatat 4.762 aduan (periode Nov 2024–Agt 2026) dengan wilayah aduan tertinggi berada di Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat.

​Ke depan, OJK Kalteng terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait untuk memantau dampak karhutla serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(Titin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *