PEREKONOMIAN KALIMANTAN TENGAH TRIWULAN II-2026: TUMBUH 3,53 PERSEN DI TENGAH TANTANGAN KEMISKINAN DAN KETENAGAKERJAAN
PALANGKA RAYA, UpdateKalteng.com —Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sejumlah indikator strategis terkait kondisi perekonomian, kemiskinan, ketimpangan pengeluaran, serta ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah hingga pertengahan tahun 2026. Secara umum, ekonomi Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif, meski sektor sosial-ekonomi menghadapi sejumlah tantangan dinamis.
A. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2026.
Perekonomian Kalimantan Tengah pada Triwulan II-2026 tumbuh sebesar 3,53 persen (y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara q-to-q, ekonomi daerah ini mengalami peningkatan sebesar 2,25 persen.
1.Nilai PDRB: Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp64,7 triliun, sedangkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK 2010) mencapai Rp31,5 triliun.
2. Struktur Lapangan Usaha: Ekonomi Kalteng didominasi oleh tiga sektor utama yang menyumbang 53,37 persen dari total PDRB:
– Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 23,53%
– Industri Pengolahan: 17,16%
– Perdagangan Besar & Eceran, Reparasi Mobil & Sepeda Motor: 12,68%
– Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada Kategori Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 13,50 persen (y-on-y).
3.Struktur Pengeluaran: Didominasi oleh Ekspor Barang dan Jasa (57,44%), Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga / PK-RT (36,63%), dan Pembentukan Modal Tetap Bruto / PMTB (35,49%). Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara y-on-y sebesar 4,02 persen.
4.Peta Ekonomi Regional: Kalimantan Tengah berkontribusi sebesar 12,25 persen terhadap perekonomian Pulau Kalimantan (menempati posisi keempat), di mana Kalimantan Timur masih mendominasi dengan kontribusi 46,70 persen.
B. Perkembangan Tingkat Kemiskinan (Maret 2026)
1.Perkotaan vs Perdesaan:
– Kemiskinan perkotaan naik tipis menjadi 4,86 persen (naik 0,02 persen poin).
– Kemiskinan perdesaan naik menjadi 5,27 persen (naik 0,25 persen poin).
2.Garis Kemiskinan (GK): Tercatat sebesar Rp723.149,00/kapita/bulan (naik 5,78% dibanding Sep 2025).
– Komposisi GK didominasi oleh Makanan (77,27% atau Rp558.806,00) dibandingkan Bukan Makanan (22,73% atau Rp164.343,00).
– Rata-rata Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin (dengan rata-rata 4,82 ART) adalah sebesar Rp3.485.578,00/bulan.
3.Indeks Kemiskinan: Indeks Kedalaman Kemiskinan (P_1) meningkat dari 0,611 menjadi 0,778, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P_2) meningkat dari 0,113 menjadi 0,188.
C. Tingkat Ketimpangan Pengeluaran (Gini Ratio Maret 2026)
Berbeda dengan tingkat kemiskinan, ketimpangan pengeluaran penduduk Kalimantan Tengah justru membaik (menurun).
– Tingkat Gini Ratio: Pada Maret 2026, Gini Ratio tercatat sebesar 0,278, turun 0,006 poin dibandingkan September 2025 (0,284).
– Kategori Wilayah:
Gini Ratio Perkotaan membaik menjadi 0,299 (turun dari 0,311).
Gini Ratio Perdesaan tercatat 0,257 (sedikit naik dari 0,256).
– Kriteria Bank Dunia: Distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen penduduk terbawah adalah 22,95 persen (perkotaan: 21,59% dan perdesaan: 24,21%). Secara keseluruhan, ketimpangan pengeluaran di Kalimantan Tengah tergolong dalam kategori rendah.
D.Indikator Ketenagakerjaan (Mei 2026).
Jumlah penduduk usia kerja di Kalimantan Tengah bertambah menjadi 2.182,10 ribu orang. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja tercatat sebanyak 1.452,78 ribu orang.
1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): Mencapai 66,58 persen, turun 2,62 persen poin dibanding Februari 2026. Penurunan TPAK terjadi baik pada laki-laki (84,89%) maupun perempuan (46,99%).
2. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Berada di angka 3,59 persen (52,21 ribu orang penganggur), naik 0,16 persen poin dibanding Februari 2026.
– Menurut Jenis Kelamin: TPT Laki-laki turun menjadi 3,23%, sedangkan TPT Perempuan naik menjadi 4,30%.
– Menurut Wilayah: TPT Perkotaan naik menjadi 3,91% dan TPT Perdesaan naik menjadi 3,26%.
3.Karakteristik Penduduk Bekerja (1.400,58 ribu orang):
– Didominasi oleh pekerja penuh (69,42%), pekerja paruh waktu (24,24%), dan setengah penganggur (6,34%). Status pekerjaan terbanyak adalah Buruh/Karyawan/Pegawai (45,50%).
– Proporsi pekerja pada kegiatan formal cenderung meningkat. Penduduk bekerja berpendidikan tinggi (D3 ke atas) mencakup 15,81 persen.
4.Penyerapan Tenaga Kerja Menurut Sektor :
– Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 32,91% (474,99 ribu orang)
– Perdagangan Besar dan Eceran: 14,01% (220,93 ribu orang)
– Pertambangan dan Penggalian: 11,40% (155,38 ribu orang)
– Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja terbanyak dicatatkan oleh Sektor Pertambangan
an dan Penggalian (bertambah 13,20 ribu orang). (Titin)
