Dorong Pemanfaatan Lahan Produktif, Dishut Kalteng Intensifkan Strategi Pencegahan Karhutla

Dorong Pemanfaatan Lahan Produktif, Dishut Kalteng Intensifkan Strategi Pencegahan Karhutla

PALANGKA RAYA, UpdateKalteng.com —Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat langkah mitigasi guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penanganan difokuskan pada peningkatan intensitas patroli, perluasan pembasahan lahan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.

​Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menyatakan bahwa langkah penanganan karhutla dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Kalteng serta hasil koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

​”Evaluasi dan penguatan langkah pencegahan sangat diperlukan mengingat sebagian besar wilayah Kalteng merupakan lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus. Sejak awal, kami telah melakukan pembasahan di wilayah rawan serta memastikan sekat-sekat kanal berfungsi dengan baik,” ujar Agustan, Kamis (24/9/2026).

​Ia menambahkan, penanganan karhutla skala besar membutuhkan kolaborasi kuat antarpihak karena keterbatasan kapasitas penanggulangan mandiri. Oleh karena itu, Pemprov Kalteng berencana memperketat langkah mitigasi ke depan melalui penegakan hukum yang lebih tegas, penambahan personel patroli, serta perluasan area pembasahan.

Baca  Satresnarkoba Polresta Palangka Raya Gagalkan Peredaran 395 Gram Sabu di Kereng Bangkirai

​Selain pendekatan teknis dan hukum, Pemprov Kalteng mendorong pemanfaatan lahan secara produktif sebagai strategi pencegahan jangka panjang. Mengelola lahan agar tetap produktif dinilai efektif mencegah area terbengkalai yang rawan terbakar.

​”Bapak Gubernur mengarahkan agar lahan-lahan rawan terbakar dapat diproduktifkan melalui penataan ruang. Untuk kawasan hutan, pemanfaatannya wajib mengikuti ketentuan hukum.

Sementara untuk lahan masyarakat, kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, hingga kelurahan. Lahan yang dikelola secara produktif tentu akan lebih terawat dan terjaga,” pungkas Agustan.(Titin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *